Jumat, 06 April 2018

Rumahku Lumbung Panganku

Konsep "Rumahku Lumbung Panganku" yang gencar dikenalkan oleh seorang petani inspiratif asal Sleman, Bapak TO Suprapto selayaknya harus menjadi prinsip setiap keluarga.

Harga kebutuhan pokok dan bahan pangan makin naik, apalagi global trading saat ini makin membuka peluang ekspor berbagao kebutuhan termasuk di antaranya kebutuhan pangan.

Padahal di Indonesia yang memiliki 2 musim dan curah hujan yang tinggi seharusnya kegiatan bertani maupin beternak sangat mudab dijalankan, meskipun dalam lahan yang sempit.

Saat saya bersama ibu2 dari komunitas Ibu Profesional Jogja berkunjung ke JOGLO TANI, suatu model "Rumahku Lumbung Panganku" yang sangat bagus. Di sana kami belajar bagaimana memanfaatkan lahan sekitar dengan optimal untuk budidaya sayuran, buah, padi, peternakan dan perikanan secara organik, hemat dan produktif.

Dari Joglo Tani kami belajar bahwa jika kita bisa memanfaatkan lahan di sekitar rumah dan sumber daya yang kita miliki, setidaknya kita bisa memutus beberapa mata rantai distribusi bahan pangan yang selama ini memakan banyak biaya. Banyak sekali cara yang dapat dilakukan seperti menanam sayur dalam pot, vertikultur, hidroponik. Mina padi, beternak bebek, ayam, dan lain-lain.

Apa yang diajarkan oleh Joglo Tani sebetulnya sudah sejalan dengan keluarga kami sejauh ini. Di rumah, suami sejak 3 tahun yang lalu memelihara beberapa ekor lele dan ikan nila untuk konsumsi sendiri. Kolam hanya berukuran kecil di belakang rumah kami dibuat dari kotakan semen dan dilapisi terpal. Alhamdulillah jika ingin makan ikan nila suami memancing beberapa ekor. Jadi tidak perlu beli. Pemenuhan kebutuhan protein hewani keluarga pun terpenuhi.

Berikut deskripsi nya

Nama project : Memelihara Ikan Nila & Gurame
Sumber Pangan : protein hewani
Gambaran project : pemeliharaan ikan nila dan Gurame secara semi intensif, ikan dipelihara dari berukuran 7 cm. Diberi pakan pellet ikan setiap hari. Model kolam  tertutup dengan pompa + filter sederhana.
Hasil yang diharapkan : dalam 1 tahun pemenuhan protein hewani keluarga tercukupi, jika hasilnya lumayan (ukuran ikan bisa seragam dan pertumbuhan cepat) 1-2 tahun lagi mencoba untuk pemeliharaan yang lebih intensif (mengambil bibit baru) agar dapat dikembangkan sebagai usaha keluarga mandiri.,
Peran keluarga : suami beli bibit, membuat kolam, mengontrol ikan dan kolam setiap hari. Istri membantu memberi pakan ikan setiap hari.

Senin, 02 April 2018

Sepuluh Hari Menstimulasi Matematika pada Anak

Matematika.. Matematika..

Ternyata menurut materi yang saya dapaf di dalam perkuliahan Bunda Sayang, matematika yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi anak-anak sekolah ternyata tidak melulu soal angka dan hitungan.

Matematika itu ada di sekitar kita, matematika itu, adalah segala yang berhubungan dengan kelogisan berpikir dan pemecahan masalah. Jadi kenapa bingung.. Anak baru 21 bulan kok udah diajarin matematika? Hehehe.. Nanti simak ya bunda stimulasi apa saja yang akan saya berikan di challenge bunda sayang kali ini.

Matematika identik dengan stimulasi otak kiri.
Otak kiri mengarahkan anak untuk berpikir logis, linear, dan teratur. Sehingga anak akan mampu membuat analisa cerdas dalam membuat prioritas hidupnya.
Itulah mengapa menstimulasi matematika pada anak dapat dilakukan dari usia sebelia ini..

Berikut akan saya rekam hari demi hari stimulasi matematika pada Jiddan (21 bulan) :.

1. Bermain Lego

Hari 1. 2 April 2018.


Dalam bermain lego Jiddan mulai mengenal beraneka bentuk benda, mengenal ada yang panjang, ada yang pendek, ada yang beroda (bisa berjalan) dan ada yang tidak.
Dia juga mengenal pola benda jika disusun bisa menyerupai suatu benda yang nyata.
Jiddan paling gemar membuat truk. Setelah melihat temannya membuat bentuk truk, ternyata dia favorit membuat bentuk truk ini. Polanya adalah lego paling bawah dia ambil yang beroda. Lalu atasnya dia susun 2 balok lego berjejer disisakan bagian depan dia beri yang berbentuk lancip. Sehingga jadi lah bentuk menyerupai truk..sambil menyebut "teek..teek..". Tak berhenti sampai disitu jiddan membuat beberapa truk dan digandeng lalu dia mulai menyebut " tuut..tuut.." (maksudnya menyerupai kereta)
Dia juga mulai mengenal benda jika disusun bisa menjadi tinggi, atau jika dirangkai bisa menjadi panjang.


2. Menuang air ke gayung

Hari ke dua : 4 April 2018

Game kali ini kita lakukan saat mandi pagi. Jiddan memegang dua gayung dan mengisi satu gayung dengan air dari gayung lain. Dalam game ini Jiddan mengenal konsep penuh dan kosong, memahami perlu beberapa kali tuang untuk memenuhi satu ban gayung.

Game ini juga mengasah ketrampilannya dalam mengisi gayung. Dia sudah bisa menuang air dengan tepat tanpa tumpah ke luar.

3. Menata crayon

Hari 3 : 5 April 2018

Dalam kegiatan ini Jiddan menata crayon yang sudah berantakan kembali ke wadahnya. Dia jadi mengenal bagaimana cara agar crayon bisa berjejer sesuai dengan garis2 di wadah crayon. Otomatis crayon harus ditata dengan tegak agar bisa masuk ke dalam garis2. 


4. Menempel stiker

Hari 4 :  6 april 2018

Dalam kegiatan ini mama mencetak gambar tayo, digunting dan ditempel solasi bolak balik. Jiddan diberi stiker secara acak. Dalam kegiatan ini jiddan sudah bisa memahami posisi gambar yang tegak dan tidak terbalik. Dalam menempel stiker tidak ada satupun gambar tayo yang terbalik. Jiddan juga sambil belajar menghitung jumlah stiker 1 sampai 4.




5. Menuang air ke dalam gelas

Hari 5 : 8 April 2018
Game sempat libur 2 hari karena Jiddan baru perjalanan panjang ke purwakarta. Akhirnya mulai game lagi setelah sampai di rumah MbahbKakung di salatiga. Kegiatan nya kali ini adalah belajar menuang air dari galon. Mulai dari meletakkan gelas di tatakan dispenser, lalu menarik tuas dispenser ke arah atas agar air keluar. Jiddan juga sudah bisa mengenali bahwa tuas galon yang merah berisi air panas jadi dia memilih di keran yang biru. Saat keran hidup jiddan nampak sangat antusias menunggu air penuh lalu galon dimatikan
.

Pengenalan mmatematika: meletakkan gelas di posisi yg tepat, mengetahui warna merah dan biru, tahu panas dan dingin, memahami konsep penuh dan belum penuh.

Dokumentasi : tdk terdokumentasi krn mama sibuk memegangi gelas, itu aja akhrnya gelas dibanting dan pecah. 

6. Bermain pasir
Hari 6 : 10 april 2018

Game kali ini dilakukan setelah Jiddan sampau di Jogja. Setelah kondisi badan cukup fit untuk memulai game baru.. Game kali ini cukup sederhana. Mama menggunakan media pasir zeolith yang biasa mama gunakan untuk litter kucing. Dari satu kantong plastik kecil Mama meminta Jiddan menuangnya di beberapa wadah. Di antara nya wadah bebek dan wadah bekas doh. Pada awalnya Jiddan meuang pasir dengan sendok kecil lama kelamaan langsung dituang begitu saja akhirnya banyak yang tumpah. Di akhir game pun jiddan inisiatif untuk menyapu lantai sendiri. 

Pengenalan matematika : konsep penuh dan kosong, konsep tumpah dan masuk wadah





7. Bermain jari jemari

Hari ke 7 : 11 april 2018
Hari ini dari semalam Jiddan mendadak demam tinggi. Mungkn karena kelelahan perjalanan kemarin. Akhirnya games bunsay kali ini mama mencari yang bisa dilakukan sambil tiduran.
Sederhana, mama mengajak jiddan membandingkan telapak tangan jiddan dan mama. Menjelaskan kalau telapak tangan kita berbeda, punya jiddan kecil dan punya mama lebih besar. Sambil bertanya, yang kecil tangan siapa? Yang besar tangan siapa? Lalu mama mengajak jiddan menghitung jari dari 1 sampai 5. Meski jiddan cuma jelas bilang "dua".
Pengenalan matematika : membedakan besar dan kecil, menghitung jari.

8. Memasang puzzle

Hari ke 8 : 12 april 2018
Kali ini jiddan yang sudah sehat, mama ajak membuka permainan puzzle al qur an yg diperoleh mama saat membeli buku dari penerbit beberapa bulan yang lalu. Mama mengajak jiddan memasangkan puzzle sampai terbentuk suatu kotakan yang ternyata menjadi papan ular tangga. Di puzzle ini banyak gambar-gambar binatang yg sudah dikenali jiddan seperti sapi, semut dan lebah.

Pengenalan matematika : memasangkan puzzle sesuai pola nya



9. Memilih barang di supermarket

Hari ke 9 : 14 April 2018

Mendekati deadline laporan. Mama makin membara mengikuti game stimulasi matematika. Sebetulnya stimulasi matematika bisa dimana saja dan kapan saja. Intinya kenalkan anak pada kegiatan beragam, disitu akan ada banyak stimulasi yang bisa kita berikan. 
Hari ini jiddan ikut berbelanja mama ke supermarket..berdua aja nih ceritanya..
 Awalnya uti nya sih kasih saran kalau jiddan ga usah diajak. Lalu saya pikir ah ga ada salahnya kan ngajak jalan2 berdua gini sama Jiddan. Anaknya juga udah bisa anteng di dalem mobil (asal ada cemilan sih, hehe).
Cerita berawal dari masuk supermarket. Seperti biasa jiddan ini termasuk kategori anak yang proses adaptasi di tempat baru nya agak lama
. jadi lah mama gendong sana gendong sini milih perkakas dapur. Usai dari bagian perkakas dan lainnya kami ke bagian snack dan minuman. Disinilah mama mau meluncurkan stimulasi. Jiddan udah mau turun dr gendongan dan langsung lari menuju kulkas minuman kemasan. Mama tanya mau minuman apa. Jiddan langsung gercep nunjuk yogurt favoritnya. Lalu mama buka kulkas. Dia seperti bingung mau diambil semua. Lalu mama sarankan ambil satu saja. Dia pun ternyata paham dan mengambil satu. Lalu sedikit melihat di sebelahnya ternyata ada warna lain. Dia memandangi saya, lalu saya bilang, yaudah gapapa ambil dua. Akhirnya dia pu. Mengambil dua botol dan minta mama menutup kulkasnya. 
Sebetulnya saya cukup terkejut dengan kemampuan jiddan sudah memahami konsep jumlah bilangan ini meskipun baru sampai angka satu dan dua.

Aspek matematika : mengenali jumlah bilangan dlm suatu instruksi sederhana

Dokumentasi : tidak terdokumentasi karena mama sibuk nenteng belanjaan sambil ngontrol jiddan yang kesana kemari. 

10. Membedakan ayah dan mama
Hari ke 10 : 14 April 2018

Untuk game stimulasi matematika logis kali ini mama mencoba mengajak jiddan untuk membedakan gambar yang menunjukkan figur ayah dan figur mama. Mama menggunakan dua buah buku. Dalam 2x penjelasan jiddan bisa menunjukkan dg benar mana gambar ayah dan mana gambar mama. Dalam kedua buku gambar mama digambarkan dengan orang berjilbab dan berbaju serta rok pink. Semantara gambar ayah di buku satu digambarkan gambar orang berambut pendek dan berkumis, sedangkan di buku satunya orang berambut pendek saja. Stimulasi ini mengajarkan aspek logika jiddan untuk membedakan figur ayah dan mama dari gambar yang dapat dilihat. Untuk membedakan jenis kelamin sepertinya untuk usia ini masih cukup sulit.

Ini gambar buku nya. 

Sabtu, 10 Maret 2018

Sepuluh Hari Menstimulasi Kebiasaan Membaca

Bismillah..

MEMBACA..
IQRA..
adalah salah satu perintah Allah dalam Al Quran saat turun pertama kali di muka bumi.

Membaca itu adalah sebuah kemampuan/skill. Membaca itu penting karena dengan membaca, anak akan lebih bisa mengenal dirinya, mengenal Tuhan nya. Inilah tugas kita sebagai orang tua bagaimana membuat anak tidak hanya BISA membaca tapi SUKA membaca. Dan menjadikan membaca sebagai bagian dari habit nya. Menjadikan buku sebagai sumber segala informasinya.

Untuk menstimulasi membaca ada 4 tahap yang harus dilalui karena membaca ini adalah sebuah skill. PERTAMA, tahap MENDENGARKAN. inilah tahapan pertama dan paling mendasar. Jiddan di usia 20 bulan nya baru masuk dalam tahap ini. Dalam tahap ini kita sebagai orang tua bertugas melatih skill nya untuk banyak mendengar. Dengan cara membacakan buku2 untuknya dan mendongeng.

KEDUA, tahap BERBICARA, beri kesempatan pada anak untuk bercerita dengan versinya. KETIGA, tahap MEMBACA, latih anak untuk bisa membaca, tempelkan tulisan2 di berbagai benda di dalam rumah, jadikan aktivitas membaca sebagai kegiatan menyenangkan. Dan KEEMPAT, adalah tahap MENULIS.

Untuk usia Jiddan yang memasuki 20 bulan ini, tahapan yang baru bisa distimulasi adalah tahapan mendengarkan. Kegiatan yang saya lakukan adalah memfasilitasinya dengan berbagai buku anak-anak maupun majalan-majalah yang ada di rumah untuk dia jelajahi. Saya bebaskan dia untuk mengeksplor buku apapun yang dia ingin untuk lihat. Karena gaya belajarnya adalah visual, dia sangat tertarik pada buku buku dengan gambar yang menarik ataupun foto-foto kejadian nyata, terutama jika bergambarkan binatang-binatang.

Sayangnya dalam melakukan tantangan kali ini saya tidak membuat pohon literasi yang sebetulnya bisa menjadi trigger untuk lebih menunjukkan perbendaharaan buku yang sudah kita bacakan. Karena satu dan lain hal, dan di antaranya adalah saya sudah pastikan pohon literasi yang ditempel di tembok hanya akan berakhir dengan dipretheli Jiddan dari tempatnya karena dia belum memahami fungsinya. Jadi saya pikir yang penting saat ini adalah proses stimulasi membacanya yang saya tekankan. Pohon literasi bisa nyusul pas anaknya udah ngerti (hehe..semoga mba fasil bisa maklum deh)

Jiddan memiliki satu rak buku di sudut rumah yang berisi buku-buku koleksinya. Hampir semua adalah board book karena anak seusianya masih suka kelewat penasaran sama kertas. Saya letakkan di rak di atas tempat mainannya agar dia dengan mudah menjangkaunya saat bermain.

Saya tidak membatasi kapan jam membacanya. Dia bisa bebas mengambil buku saat sedang di tengah2 bermain sekalipun. Memang pada awalnya dulu sejak saya mengoleksi buku-buku ini di usia Jiddan 10 bulan dia kadang menganggap buku-buku ini adalah mainan yang bisa ditumpuk2. Tapi makin kesini dia suka membuka buku saat momen2 tertentu. Yaitu saat pagi hari dan setelah magrib. Itupun ada beberapa buku yang memang sangat dia sukai dan sangat sering diambil sendiri untuk minta dibacakan. Dan ada beberapa buku yang jarang dia sentuh.

Seperti saat menjalani periode tantangan ini, dia sedang senang2 nya dengan buku-buku board book impor yang menjelaskan berbagai alat transportasi seperti "Choo..choo..Clickety Clack", Emergency, All Aboard, dan Dig Digging. Sementara seri halo balita tentang Nabi lagi mogok dibaca dalam 10 hari ini. Bahkan saya pancing2 untuk ambil pun sepertinya sedang tidak tertarik sama sekali.  Lucunya, 5 hari terakhir ini saat siang hari dia sedang gemar ngacak-ngacak rak buku di rumah Kakungnya yang berisi majalah bekas koleksi ayahnya. Dia sisir majalah peternakan satu persatu dan minta diceritakan beraneka gambar binatang yang ada dalam majalah..

Inilah rangkuman detail tiap hari tantangan menstimulasi kegiatan membacanya. Saya lebih suka meringkasnya dalam 1 postingan untuk periode 10 hari sekaligus agar saya juga mudah menarik benang merah dalam rangkaian kegiatan stimulasi ini

Hari pertama, 1 Maret 2018

Buku yang dia baca hari ini adalah " Choo..Choo.. Clickety Clack" dan "What can Owl See".
Buku " Choo..Choo.. Clickety Clack" adalah touch and feel board book dari penerbit Orchad book Sidney. Berisi aneka model alat transportasi darat udara dan laut. Teks dalam buku ini berbahasa Inggris.

Gambar gambar nya sangat menarik dan ada beberapa bagian dari gambar yang memiliki tekstur untuk mestimulasi sensor indra peraba anak. Seperti pada gambar kereta api yang sedang berhenti di stasiun dengan banyak penumpang, jendelanya dibuat bertekstur 3 dimensi dan bisa diraba bentukan kotak-kotak jendelanya. Demikian juga pada gambar motortrail, gambar tanah dibuat memiliki tekstur permukaan yang kasar.

Dari kesekian gambar, jiddan paling suka membuka halaman gambar kereta api. Dia bisa sangat lama dan berulang kali minta didongengkan gambar kereta api yang sedang berhenti di stasiun dan nampak banyak sekali penumpang sedang menunggu kereta dan beraktivitas lainnya. Saya suka menarasikan berbagai cerita yang berbeda terkait gambar itu. Seperti nampak ada ibu2 dengan anak kecil, saya ceritakan mereka mau pergi ke rumah nenek mau naik kereta, bawa tas gede, apa aja ya isinya..? Lalu nampak seorang bapak-bapak sedang membaca koran menunggu kereta berikutnya.. Dengan sedikit dialog "huff..lama sekali ya.. Saya baca koran dulu aja deh..." Lalu nampak pak petugas kereta api sedang mengatur jalannya kereta. Dia membunyikan peluit saat kereta mau berangkat (sambil saya menirukan suara bel khas stasiun "ting tong ting tong"..dan peluit petugas kereta api). Bahkan karena saya sering menirukan suara bel kereta ini, saat kami bermain ke museum kereta, Jiddan bisa dengan sigap merespon saat mendengarkan suara bel yang asli. Buku ini memang hanya berisi 10 halaman dengan 5 gambar yang berbeda. Namun bisa menghabiskan waktu 20 menit untuk menarasikannya. Kecuali kalau Jiddan udah bosan setelah 1 gambar dan ingin buku yang lain.

Seperti hari ini dia hanya ingin dibacakan gambar kereta lalu beralih ke buku " what Can Owl See". Buku impor terbitan Nashville USA ini memiliki bentuk cutting buku yang lucu, dengan gambar burung hantu yang memiliki mata yang timbul dan bisa bergerak, buku ini berisi sedikit sekali teks dan lebih banyak gambar aktivitas burung hantu dalam bentuk animasi, seperti gambar anak-anaknya, lalu dia hanya beraktivitas di malam hari bersama rubah, kunang-kunang, dan saat pagi tiba burung hantu tidur bersama anak-anaknya. Kami memiliki 2 buku yang mirip yaitu what can owl see yang menggambarkan burung hantu dan what can bear feel yang menggambarkan beruang. Entah kenapa Jiddan lebih suka buku yang burung hantu. Mungkin karena lebih banyak macam hewan yang nampak.

Hari kedua, 2 Maret 2018

Hari ini buku yang kami baca adalah buku "Emergency". Buku ini serangkaian dengan buku " Choo..choo..clickety clack" dengan penerbit sama dan penulis yang sama juga yaitu Margaret Mayo dan Alex Ayliffe. Seperti halnya buku sebelumnya dia memiliki bagian touch and feel di setiap gambar halamannya. Sesuai dengan judulnya, buku ini menceritakan berbagai alat transportasi saat keadaan darurat. Yaitu mobil pemadam kebakaran, ambulance, kapal dan helikopter SAR, dan pesawat pemadam kebakaran hutan.

Dengan teks dalam bahasa Inggris yang sangat singkat, gambar dalam buku ini sangat menarik dan mudah dipahami Jiddan. Halaman favorit Jiddan adalah gambar mobil pemadam kebakaran. Di mana nampak para petugas kebakaran sedang bekerja sama memadamkan api, menarik selang air, naik ke atas crane, membawa ember dan ada anak kecil yang terjebak di bangunan dan nampak dari jendela. Dari gambar ini narasi yang saya bawakan bisa menjadi sangat luar biasa dan membuat Jiddan mendengarkan dengan takjub. Apalagi dia sampai menirukan suara sirine dan menggerak-gerakkan tangannya seperti betul-betul kondisinya sedang darurat.

Untuk bagian touch and feel Jiddan paling suka di halaman gambar helikopter SAR yang sedang menolong pendaki gunung yang tersesat di gunung es. Gambar salju dibuat memiliki tekstur lembut dengan kain flanel. Jiddan jadi ikut merasakan kalau salju itu putih dan lembut.

Hari ketiga, 3 Maret 2018

Hari ini Jiddan mengambil buku "Emergency" sama seperti kemarin dan tidak lelah untuk meminta didongengkan lagi di bagian gambar mobil pemadam kebakaran.

Setelah selesai dengan buku itu dia mengambil buku "Dig Dig Digging". Seri ketiga dari 2 buku touch and feel sebelumnya, buku ini berisi beraneka mobil heavy duty seperti traktor, ekskavator, bulldozer, dump truck dan kontainer. Tekstur touch and feel menurut saya paling bagus dalam buku ini dibanding 2 buku lainnya. Seperti tekstur 3 dimensi tanah, ban mobil dibuat empuk dan berlubang2, dan tekstur roda ekskavator yang kasar dan bergerigi. Jiddan paling suka di halaman gambar truk kontainer. Narasi yang saya sampaikan tentang beraneka truk besar yang membawa macam macam barang sepertu hasil panen padi, bensin, dan kontainer barang. Pak sopir mengantar barang dari mana, dan untuk apa. Lalu Mereka harus berjalan pelan karena barang muatannya sangat banyak dan berat.

Hari 4, 4 Maret 2018

Hari ini Jiddan membaca seri petualangan Cican dan buku All Aboard.

Buku Cican yang kami miliki adalah seri Bajak Laut dan Monster Air. Buku seri Petualangan Cican yang diterbitkan oleh PT Bentang Pustaka ini menurut saya salah satu buku dalam negeri yang sangat bagus, dengan kualitas board book yang baik, gambar animasi yang bagus dan sangat menarik serta narasi cerita yang sederhana namun sarat makna.

Cican adalah seekor kelinci yang suka berpetualang. Dalam buku ini Cican sedang berpetualang menjadi bajak laut dan bertemu dengan monster air yang ternyata baik hati. Alur cerita yang apik membuat Jiddan sangat takjub mendengar dongeng sambil melihat gambar dengan seksama. Apalagi di halaman paling belakang ada halaman khusus yang menggambarkan beraneka benda yang ada dalam cerita. Jiddan bisa saya uji kemampuan nya apakah dia ingat dengan menunjuk benda yang saya sebutkan. Namun akhir akhir ini mungkin karena sudah agak bosan, belum selesai buku saya tuntaskan sampai halaman terakhir Jiddan sudah mengambil buku yang lain.

Buku kedua setelah membaca Cican adalah buku All aboad. Buku ini satu penerbit dengan "What Can Owl See". Sama sama memiliki ciri khas ada tempelan mata timbul di bagian cover buku yang bisa bergerak-gerak seperti what can owl see. Buku ini menceritakan tentang kereta komuter line. Jiddan memang sangat tertarik dengan gambar kereta. Meskipun kualitas animasi gambar tidak sebagus buku Choo choo Clickety Clack. Jiddan menyukai buku ini terutama di bagian saat kereta komuter line berjalan melesat di belokan tajam dan saat kereta berhenti di stasiun. Semuanya tergantung bagaimana saya menarasikan dan mengkreasikan dongeng yang menarik dari gambar. Meski kadang kalau saya sedang tidak sempat mendongengkan (seperti hari ini) dia membuka buka sendiri dan melihat lihat isi buku dalam waktu yang lama sambil sedikit-sedikit bergumam.

Hari 5, 5 Maret 2018

Reading time Jiddan biasanya memang pagi hari dan bada magrib. Hari ini bada magrib saya berniat membaca dzikir petang. Namun baru membuka halaman pertama Jiddan sudah kepo dengan buku dzikir saya dan membuka bukanya. Akhirnya batal membaca dzikir dan saya alihkan dengan buku yang sedang dia baca saat saya tinggal sholat magrib tadi. Jiddan memang selalu tertarik dengan buku apapun. Namun kalau sudah tahu buku nya cuma tulisan tidak bergambar langsung dia tinggalkan.

Saat itu dia sedang memegang buku bantal satu satunya yang kami punya. Berjudul "Semua Ciptaan Allah swt". Buku bantal memang sangat awet dan tahan banting. Kualitas buku bantal bikinan "Buku Kainku" ini memiliki kualitas gambar yang sangat baik dibandingkan dengan buku-buku bantal yang pernah saya lihat sebelumnya.

Jiddan sangat tertarik dengan apa saja yang mengandung gambar binatang. Seperti halnya buku ini, banyak sekali gambar binatang dalam tiap halaman. Karena buku ini menggambarkan beraneka ciptaan Allah mulai dari binatang, sayuran, buah, gunung, bintang, bulan dan manusia. Tokoh buku ini digambarkan seorang anak laki-laki yang bisa saya narasikan sebagai Jiddan. Dari aktivitas hariannya mulai dari bangun tidur kita selalu menikmati apa yang sudah diciptakan Allah.

Hari 6-10, 6-10 Maret 2018

Mulai hari ke 6 periode tantangan ini tiba-tiba jam tidur Jiddan berubah drastis. Jika hari-hari sebelumnya dia bisa memiliki reading time setelah magrib, sekarang karena jam tidur siang nya sangat sebentar, bada magrib Jiddan sudah sangat mengantuk dan mengajak tidur.

Akhirnya reading time nya berubah menjadi siang hari. Karena saat siang hari kami berada di toko, buku-buku bacaan tidak saya bawakan, Jiddan suka membongkar rak buku milik ayahnya yang berisi koleksi majalah. Dan dia nampak sangat antusias seperti menemukan hal baru.

Selama 5 hari terakhir ini aktivitas membaca hampir sama. Yaitu membuka majalah2 Trobos milik Ayah. Memang Ayah memiliki koleksi majalah Trobos yang sangat banyak. Majalah Trobos adalah majalah bertema Peternakan. Tentu saja banyak sekali foto-foto hewan di dalamnya seperti ayam, sapi, bebek, kambing, kelinci dan ikan.

Jiddan seperti tidak pernah bosan membuka majalah trobos dan minta didongengkan binatang 2 yang ada dalam majalah. Bahkan hampir 3 hari membuka majalah yang sama. Dengan atau tanpa narasi dari saya, Jiddan bisa sangat betah membuka-buka majalah dan mulai mengatakan apa yang dia lihat seperti kelinci, ayam, bebek, ikan, gambar obat. Sampai sampai dia bisa dengan cepat membuka halaman tertentu saat saya memintanya memperlihatkan gambar salah satu binatang misalnya kelinci.

Selain majalah Trobos, Jiddan juga suka membongkar kumpulan leaflet yang ada di petshop kami. Karena banyak sekali gambar binatang mulai dari anjing, kucing,babi, kelinci dll yang ada dalam leaflet. Dia suka menunjuk2 sambil bergumam dan menunggu saya menarasikan gambar-gambar itu dan menjelaskan pura2 hewan nya sakit, mau minum obat, dan sebagainya.

Demikian rangkaian catatan proses stimulasi membaca selama 10 hari ini. Insya Allah akan saya lanjutkan sampai hari berikutnya berikutnya dan seterusnya sampai membaca bisa kami jadikan sebagai bagian dari aktivitas hidup kami.

Amiiinn..

#bundsayiip
#menstimulasimembaca
#forthingstochangeimustchangefirst

Rabu, 07 Februari 2018

Tantangan 10 hari Game Bunda Sayang Level 4 "Mengenal Gaya Belajar Anak" Hari 1-7

Asaalamualaikum..
Bismillah..

Kali ini kelas Bunda Sayang saya sedang masuk ke dalam materi Mengenal Gaya Belajar Anak.
Menurut materi dalam kelas Bunsay, ada 3 tipe gaya belajar anak, yaitu visual, auditori dan kinestetik.

Selama ini saya sudah yakin bahwa Jiddan adalah tipe anak dengan gaya belajar visual, tapi tidak ada salahnya jika saya buat project khusus selama periode tantangan ini untuk lebih menelisik lebih dalam gaya belajarnya.

secara garis besar untuk anak seusia nya memang cenderung ke visual-kinestetik karena perbendaharaan kata anak pada usianya masih sangat kurang. Yang dikatakan pun cenderung seperti babling, tapi dari belajar menirukan kalimat ini kita juga bisa tahu tipe pembelajar apakah anak kita ?

saya menggunakan lembar observasi yang dibuatkan oleh Ibu Fasilitator Kelas Bunsay saya yang luar biasa untuk memudahkan proses pengamatan. kurang lebihnya gambaran dari hari 1-7 adalah seperti ini :

hari 1 :
aktivitas bermain peran, bernyanyi dan menirukan mama.
respon :Jiddan lebih suka melihat mama menyanyi sambil menggerak kan badan dan tepuk tangan, tidak mau ikut menyanyi. saat bermain peran Jiddan mendapat instruksi dari mama untuk pura pura berangkat sekolah mengunakan sepeda. dia langsung mengambil tas dari tempat nya, mencoba memakai tas sendiri, lalu naik sepeda. Hanya sedikit keluar kata - kata saat minta tolong dibantu memakai tas. saat belajar menirukan mama Jiddan fokus melihat gerakan mulut mama, lalu menirukan suku kata terakhir.
gaya belajar : visual

hari 2
aktivitas : menggambar dengan crayon
respon : Jiddan lebih suka melihat mama menggambar, bisa fokus duduk lama saat mama menggambar beraneka bentuk gambar sambil bercerita, Jiddan juga merespon berkata "ini apa..lalu menirukan kata2. saat diberi crayon Jiddan mencoret2 sedikit dan lebih suka memainkan beberapa crayon sekaligus untuk dikletekin kertas pembungkusnya.
gaya belajar : visual

hari 3 
aktivitas :memberi makan burung
respon : Jiddan sangat suka mengejar2 burung, dia menerima instruksi dengan baik untuk memberi pakan burung. bahkan saat pakan habis dia lari sendiri ke tempat karung pakan burung dan mengambil pakan sendiri tanpa diperintah,
gaya belajar :visual

hari 4
aktivitas : bermain di museum kereta
respon : Jiddan awalnya tampak lama beradaptasi di museum kereta, hanya mau digendong. namun lama kelamaan Jiddan mau memegang megang kereta saat saya mengingatkannya dengan tokoh Thomas yang ada gambarnya di tas dan beberapa barang miliknya. apalagi saat kereta mau jalan, saat mendengar suara bel kereta dia sepertinya biasa saja, namun setelah saya ingatkan suara bel itu sama seperti yang di buku kereta api di rumah dia baru menunjukkan kalau ingat sesuatu,
gaya belajar : visual

hari 5
aktivitas : pijat dengan bidan
respon : hari itu jiddan cukup lelah setelah mudik dari tempat kakung di luar kota. aktivtas hari itu saya batasi untuk istirahat. kebetulan saya biasa memanggil bidan untuk pijat bayi, saya pikir ini juga bisa menjadi salah satu sumber belajar anak. sekaligus saya mengamati karakternya saat bertemu dengan bu bidan. memang jiddan selalu menangis saat dipijat, kali ini saat bu bidan baru masuk rumah dia melihat dengan serius dan mulai menunjukkan ekspresi tegang. saat pijat dimulai Jiddan tidak menangis namun saat melihat wajah bu bidan dia mulai menangis.

gaya belajar :visual

hari 6
aktivitas : memilih mainan
respon : dalam permianan ini saya siapkan boks mainan yang berisi berbagai macam mainan yangs ering dia mainkan. saya memberi instruksi untuk mengambil salah satu mainan dan menyebutkannya. 5 jenis mainan betul dia ambil tapi yang bisa disebutkan hanya menyebut "tang, ngeng2, truk, dan bebek"
gaya belajar : visual auditori

hari 7
aktivitas : naik motor dengan mama
respon : Jiddan hari ini bepergian lumayan jauh dengan mama menggunakan motor. biasanya hanya naik motor ke tempat uti yang jaraknya ga sampai 1 km. selama perjalanan Jiddan bisa duduk anteng, merespon takjub saat bertemu dengan bus dan truk yang kita papasi. saat baru duduk di kursi depan dia langsung menunjuk jaket dan bilang "bebek" sebagai tanda dia minta pakai jaket dan topi bebek kesayangannya yang sellau dipakai saat naik motor. saat perjalanan pulang, Jiddan sudah menunjukkan tanda mengantuk, saya sampaikan adek duduk saja bobok senderan mama. dia pun tidak rewel dan tidur
Gaya belajar : visual

Hari 8
Aktivitas : menyusun kaleng
Respon : Jiddan memang suka ikut saya di petshop dan bermain dengan barang2 yang ada. Saat dia mengambil kaleng cat food aaya tercetus ide untuk mengajaknya menyusun kaleng sampai tinggi. Awalnya jiddan tidak paham dan hanya melihat sampai tersusun satu tumpukan kaleng yang tinggi. Lalu dia ikut mengambil kaleng dan menyusun nya satu demi satj sampai tinggi. Saat sudah tinggi lucunya dia dekatkan dua susunan kaleng dan dia jalan berhimpit2 di antara dua susunan kaleng seperti dia sedang melewati sesuatu yang luar biasa.
Gaya belajar : visual

Hari 9
Aktivitas : mendengar dongeng
Respon : karena sedang sakit, kegiatan jiddan saya batasi. Saya mencoba mengajaknya belajar dengan mendengarkan dongeng. Jiddan agak susah fokus menyimak dongeng yang saya ceritakan, dia sering berbicara sendiri tentang hal lain. Namun ketika saya mendongeng sambil menunjuk gambar2 binatang di wallpaper dinding kamar dia langsung menyimak dongeng dan merespon dengan senyum, tepuk tangan dan mengikuti cerita.
Gaya belajar : visual

Hari 10 
Aktivitas : mengenal bagian tubuh
Respon : saat saya mengenalkan bagian tubuh dengan menyentuh dan mengatakan nama bagian tubuh jiddan tidak menggubris. Dia masih saja bergerak tidak menyimak. Lalu saya coba pegang bagian tubuhnya, lalu mengatakan nama bagian tubuhnya dengan perlahan dan meminta nya untuk mengikuti dia baru mau. Seperti saat megang rambut nya. Saya bilang "ini ram...buut" dia ikuti berkata "but".
gaya belajar : kinestetik


Jumat, 19 Januari 2018

Membaca kisah Nabi

Sebetulnya membacakan buku untuk jiddan sudah menjadi rutinitas hampir tiap hari. Buku buku jiddan saya letakkan di rak mainan yang sangat mudah dia ambil sendiri. Biasanya dia mengambil buku sendiri dan meminta saya untuk membacakan.

Buku buku jiddan sudah lumayan banyak. Beberapa hardbook import yang saya beli jastip saat ada diskon big bad wolf di jakarta dan juga satu seri buku halo balita tentang kisah dalam Al Quran.

Di antara buku2 tersebut ada beberapa buku favorit yang paling sering jiddan ambil. Jiddan sudah bisa membedakan mana buku yang paling dia sukai. Kebanyakan buku yang di dalamnya banyak gambar binatang dan memiliki cerita yang sedikit menegangkan.

Seperti buku kisah raja abrahah yang menyerang kabah dengan tentara gajah dan juga kisah nabi nuh yang ditelan oleh ikan paus. Meskipun belum terlalu bisa mendalami cerita namun jiddan tertarik saat intonasi cerita saya sedang naik dan mulai mendramatisir. Ditambah lagi ada gambar binatang binatang yang lucu dia pasti ikut bereaksi menunjuk nunjuk buku sambil berteriak-teriak, tertawa dan bertanya apa.

Pengen Membuka Kulkas Terus

Salah satu aspek kecerdasan ada di antaranya kecerdasan menghadapi tantangan. Pada usia jiddan sekarang ini paling sulit adalah bagaimana dia bisa menerima jika kondisi yang terjadi tidak sesuai dengan yang dia inginkan.

Jiddan ini paling suka membuka pintu kulkas. Entah apa yang dia paling suka.. Yang jelas saat kulkas terbuka dia main utik2 dengan segala barang yang ada di dalam kulkas. Diambil lalu dikembalikan lagi.

Saat kulkas saya tutup dia menangis sejadi jadinya.

Yang paling bisa saya lakukan adalah pertama memberinya pengertian. Dengan perlahan saya minta ijin untuk menutup kulkas dengan alasan nanti makanan yang didalam busuk ga bisa dimakan. Namun dia tetap belum mau menutup kulkas. Lalu alasan lain.. Nanti kulkas nya rusak. Sepertinya dia belum paham juga.

Cara terakhir adalah memintanya mengambil barang yang paling menarik di dalam kulkas lalu jiddan diajak membuka, melihat gambarnya atau menikmati barang tersebut dan menyuruhnya menutup pintu kulkas sendiri. Seperti contohnya saya langsung ambil susu UHT.. Lalu saya tunjuk gambar sapi nya dan tuang susunya dengan gelas yang dia pegang sendiri. Ternyata dia lebih tertarik dan mau menutup pintu kulkas dengan kemauannya sendiri.

Bermain dengan alam : Turun ke Sawah

Lokasi rumah kami terletak di perumahan yang berada di tengah-tengah sawah. Meski hampir tiap hari melihat sawah saat mengendarai motor atau mobil. Belum pernah sekalipun saya mengajak jiddan ke tengah - tengah persawahan.

Mumpung ada momeb tantangan bunsay ini beberapa hari yang lalu saat di pagi hari saya mengajak jiddan untuk jalan jalan di sawah.

Cuaca pagi itu cukup sejuk dan alhamdulillah tidak hujan seperti biasanya. Banyak capung dan burung berterbangan. Sungai juga sedang mengalir deras dan jernih. Jiddan pun mau turun dari gendongan saya dan berjalan di jalanan kecil di tengah sawah. Dia tampak sangat menikmati.. Dia melihat sungai dan menunjuk nunjuk sambil bergumam "apaah..apaah..".

Lalu saya tanya.. Sawah nya mana.. Dia menunjuk sawah. Burung nya mana.. Dia menunjuk arah atas. Lalu ada suara pesawat terbang, dia mengangkat tangannya sebagai tanda kalau ada pesawat terbang.

Saking menikmatinya dia sampai enggan saat saya ajak kembali ke rumah ^^